Ribuan buruh dari berbagai perusahaan di Kabupaten Subang melakukan aksi demo di Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang. Mereka menolak adanya Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).
Aksi demo yang memanas hingga menjebol gerbang depan Disnakertrans tersebut dilakukan meskipun terdapat pengamanan ketat dari Kepolisian dan Satpol PP. Para pendemo berhasil memasuki lapangan dan menguasai halaman Disnakertrans.
Beruntung, Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., yang turun langsung melihat aksi demo tersebut mampu meredam emosi demo buruh yang kian memanas. Ariek Indra Sentanu menghimbau agar massa buruh yang melakukan aksi untuk tetap menjaga kondusifitas kamtibmas.
“Saya harap jaga kondusifitas, jangan sampai ada bentrokan, Kita lagi mencoba berkomunikasi dengan pihak DKP terkait aspirasi kawan-kawan semua,” jelas Ariek.
Sementara pihak buruh melalui perwakilannya, Warlan, Ketua SPSI Subang, mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak dan meminta para karyawan yang pulang kerja untuk ikut bergabung melakukan aksi mendesak adanya UMSK.
“Kita akan bertahan sampai malam, hingga UMSK ditetapkan,” tegas Warlan dalam orasinya mewakili para buruh.