Memasuki hari kelima masa pengungsian akibat banjir yang merendam Desa Karangligar, jajaran Polda Jawa Barat bersama Polres Karawang dan Yayasan Bhayangkari Peduli menyalurkan bantuan sosial (bansos) secara langsung kepada masyarakat terdampak, Kamis (22/1/2026).
Aksi kemanusiaan ini difokuskan untuk memastikan kebutuhan logistik warga yang masih bertahan di posko-posko pengungsian tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan bahwa bantuan ini dikirimkan sebagai respons atas kondisi warga yang telah berhari-hari meninggalkan rumah mereka akibat luapan air.
“Hari ini merupakan hari ke-5 masyarakat mengungsi. Bantuan sosial ini adalah wujud nyata kepedulian Polri, khususnya Polda Jawa Barat dan Bhayangkari, untuk hadir meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah bencana alam ini,” ujar Kapolres Karawang di lokasi penyaluran.
Bantuan yang didistribusikan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan harian yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Keterlibatan Yayasan Bhayangkari Peduli menunjukkan peran aktif keluarga besar Polri dalam mendukung aksi kemanusiaan di Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menegaskan bahwa komitmen Polda Jabar tidak akan berhenti pada penyaluran bantuan saja, melainkan akan terus mengawal proses pemulihan warga.
“Polda Jabar melalui jajaran dan Bhayangkari Peduli terus mengupayakan bantuan kemanusiaan yang berkesinambungan. Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik hingga kondisi benar-benar pulih dan warga bisa kembali ke rumah dengan aman,” tegas Kabid Humas Polda Jabar
Melalui penyaluran bantuan ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat selama masa darurat dapat terjamin. Selain bantuan materiil, kehadiran personel kepolisian di lokasi bencana juga bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada para korban agar tetap kuat menghadapi bencana.
Polri berkomitmen memperkuat fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama dalam situasi kritis seperti bencana alam banjir yang melanda wilayah Karawang saat ini.











Discussion about this post