Bencana banjir yang melanda Desa Luwung, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (22/2/2025) malam, mendorong kolaborasi cepat dan efektif dari berbagai pihak. Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Cirebon Kota, bersama Polsek Mundu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, langsung bergerak melakukan monitoring dan evakuasi warga terdampak. Luapan sungai yang cukup signifikan merendam beberapa wilayah di Desa Luwung, meliputi Blok Kinaija, Perum Puri Hasna, Blok Melabang Kulon, Blok Bulak, Blok Melabang Wetan, Blok Cipanceran, dan Blok Makam Kramat, menuntut respon cepat dan terkoordinasi.
Kasat Polairud Polres Cirebon Kota, AKP Acep, yang memimpin langsung operasi evakuasi, menjelaskan bahwa tim gabungan bergerak cepat untuk menyelamatkan warga yang terdampak, khususnya mereka yang berada di lokasi rawan. “Prioritas kami adalah keselamatan warga. Meskipun air sudah mulai surut, kami tetap siaga di lokasi untuk mengantisipasi situasi yang mungkin berubah dan memberikan bantuan yang dibutuhkan,” jelas AKP Acep.
Operasi evakuasi melibatkan kekuatan gabungan yang solid dan terkoordinasi. Selain personel Satpolairud, terlibat pula Kapolsek Mundu AKP Didi Sumardi, S.H., KBO Satpolairud IPDA M. Taufik, Bhabinsa Desa Luwung, dan empat personel BPBD Kabupaten Cirebon. Kerjasama antar instansi ini menunjukkan kesiapsiagaan dan sinergi yang efektif dalam menghadapi bencana.
Warga Desa Luwung yang terdampak banjir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respon cepat dan bantuan yang diberikan oleh tim gabungan. Mereka mengapresiasi kerjasama dan kesigapan dari seluruh pihak yang terlibat dalam evakuasi. Namun, di balik rasa syukur tersebut, terdapat harapan besar agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih komprehensif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Perbaikan infrastruktur, penataan aliran sungai, dan sistem peringatan dini menjadi beberapa hal yang diharapkan dapat segera diimplementasikan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan BPBD tetap siaga di lokasi untuk memantau situasi dan memberikan bantuan kepada warga yang masih membutuhkan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan perlunya kerjasama yang erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana dan penanggulangannya.
SS/TM