Kepolisian Resor (Polres) Garut, Jawa Barat, secara serius menyiapkan sejumlah peralatan dan personel khusus dalam rangka membantu penanganan bencana alam hidrometeorologi, terutama menjelang musim libur akhir tahun.
Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul ditetapkannya status siaga darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut hingga 30 April 2025, di mana potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem mengancam wilayah tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini sangat penting agar ketika terjadi bencana, seluruh personel dapat bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.
Pihaknya selama ini terus menjalin sinergitas untuk membantu pemerintah daerah dalam menangani daerah yang terdampak bencana alam. Penyiapan ini tidak hanya berfokus pada personel yang siap turun ke lapangan, tetapi juga mencakup peralatan vital yang dibutuhkan untuk menanggulangi daerah terdampak.
Kapolres memimpin langsung pengecekan kesiapan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana di Markas Polres Garut pada Sabtu (13/12). Pengecekan tersebut meliputi kesiapan kendaraan bermotor dan operasional, alat berat, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan dan evakuasi yang sewaktu-waktu harus siap digunakan dalam situasi darurat di berbagai daerah Kabupaten Garut.
Kesiapan peralatan ini merupakan langkah antisipasi guna memastikan seluruh sarana siap digunakan secara optimal.
Selain pengecekan logistik, Kapolres juga memberikan arahan kepada personel untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental.
Ia menekankan perlunya memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam penanggulangan bencana. Dengan kesiapan yang menyeluruh ini, diharapkan Polres Garut mampu memberikan respons yang optimal dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat saat menghadapi situasi bencana.
BPBD Garut sendiri telah menyebutkan bahwa potensi bencana utama saat musim hujan meliputi tanah longsor, tanah bergerak, banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang.










