Polda Jabar menegaskan kesiapsiagaan penuhnya dalam menghadapi peningkatan potensi bencana alam akibat curah hujan tinggi. Total sebanyak 1.600 personel telah disiagakan di seluruh wilayah untuk operasi tanggap bencana.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut dari direktif Kapolda Jabar.
“Polda Jabar dan polres jajaran telah kami sampaikan direktif Bapak Kapolda terkait antisipasi bencana alam. Kita ketahui bersama bahwa situasi saat ini dengan banyaknya curah hujan tentu mengakibatkan beberapa bencana alam yang terjadi,” ujar Kombes Hendra, Selasa (28/10).
Polda Jabar telah memobilisasi kekuatan dari berbagai satuan untuk mendukung operasi penyelamatan dan evakuasi yakni, 128 personel dari Satuan Samapta, termasuk unit SAR, K9, dan pengemudi kendaraan rescue khusus. Unit SAR Brimob yang memiliki kualifikasi penanganan bencana, dengan total sekitar 300 personel di Mako dan 120 personel di Yon A, B, dan C yang tersebar di wilayah Jabar. Setiap polres jajaran menyiagakan rata-rata 20 personel standby di wilayah masing-masing, siap diterjunkan kapan saja. Disiapkan juga tiga unit kendaraan khusus untuk operasi penanganan dan evakuasi.
Secara keseluruhan, kekuatan personel yang disiapkan mencapai 1.600 orang. Kombes Hendra mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila terjadi cuaca buruk segera mengungsi ke tempat yang aman. Laporkan kepada Bhabinkamtibmas di desa masing-masing jika terjadi bencana agar bisa segera ditangani,” tuturnya.
Ia juga menekankan, Bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat menjadi kunci dalam upaya mitigasi bencana di Jawa Barat.









