Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipastikan kembali menjadi tuan rumah ajang balap mobil bergengsi GT World Challenge Asia pada 1-3 Mei 2026. Kembalinya seri balapan ini mempertegas posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandi Satria, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 akan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian daerah maupun nasional. Selain dampak ekonomi, ajang ini menjadi panggung strategis bagi tim balap lokal untuk bersaing di level regional dengan standar internasional.
“Event ini membuka ruang partisipasi lebih luas bagi tim balap Indonesia. Dalam jangka panjang, konsistensi menghadirkan kejuaraan kelas dunia akan memperkuat fondasi industri otomotif dan ekosistem balap nasional kita,” ujar Priandi di Lombok Tengah, Kamis (19/2).
Berdasarkan kalender provisional yang dirilis oleh SRO Motorsports Asia, Sirkuit Mandalika akan menempati putaran kedua musim 2026, tepat setelah seri pembuka di Sepang International Circuit, Malaysia. Penempatan di awal musim ini dinilai strategis karena menjadi fase pemanasan penting bagi tim sebelum memasuki pertengahan musim, sekaligus menjadi representasi kuat Asia Tenggara dalam kalender balap GT3 global.
Ajang GT World Challenge Asia sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi paling kompetitif di kelas GT3. Kejuaraan ini menghadirkan mobil-mobil super dari pabrikan ternama dunia seperti Mercedes-AMG, Porsche, Ferrari, Lamborghini, Audi, BMW, Chevrolet, hingga Nissan. Dengan format dua balapan berdurasi masing-masing satu jam, penonton akan disuguhkan pertarungan teknis yang menguji kecepatan, strategi pitstop, serta manajemen ban yang ketat.
Sebagai lintasan balap, Sirkuit Mandalika menawarkan karakteristik teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan sektor yang menantang bagi para pembalap profesional maupun kategori Pro-Am. Tak hanya soal kompetisi, keindahan panorama Samudra Hindia dan perbukitan hijau yang mengelilingi sirkuit menjadi nilai tambah yang memberikan pengalaman unik bagi tim dan penonton internasional.
“Konsistensi ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis olahraga. Kami siap menyambut para pembalap dunia dan membuktikan bahwa Mandalika adalah salah satu sirkuit terbaik di Asia,” pungkas Priandi.











Discussion about this post