Asma tetap menjadi salah satu gangguan pernapasan yang paling banyak diderita anak-anak di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya 262 juta orang menderita asma dengan angka kematian mencapai 461 ribu jiwa pada tahun 2019.
Kabar baiknya, penelitian terbaru yang dimuat dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology mengungkapkan bahwa tindakan sederhana seperti memberikan ASI eksklusif selama empat bulan pertama dapat menjadi kunci pencegahan asma sejak dini.
Manfaat ASI Melampaui Masa Kanak-kanak
Penelitian yang dipimpin oleh Inger Kull, PhD, profesor dari Karolinska Institutet, Swedia, mengamati hampir 4.000 perempuan dan anak-anak mereka (kohort BAMSE) selama 24 tahun. Fokus penelitian ini adalah melihat sejauh mana perlindungan ASI bertahan seiring bertambahnya usia anak.
“Selama ini, penelitian menunjukkan bahwa ASI membantu menurunkan risiko asma di usia dini. Yang mengejutkan, manfaat tersebut ternyata masih dapat dirasakan hingga mereka memasuki usia dewasa muda,” ujar Kull.
Temuan Kunci Penelitian
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada delapan titik usia (0 hingga 24 tahun), berikut adalah fakta-fakta penting yang ditemukan:
- Durasi Minimal: Pemberian ASI eksklusif selama empat bulan sudah cukup untuk memberikan efek perlindungan yang signifikan.
- Perlindungan Jangka Panjang: Anak yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki risiko rendah terpapar asma hingga usia 24 tahun.
- Masa Efektif: Efek perlindungan paling kuat terasa hingga anak berusia 12 tahun. Memasuki usia 16 hingga 24 tahun, pengaruh ASI mulai memudar karena faktor lingkungan dan gaya hidup mulai mendominasi.
Efektivitas ASI Terhadap Jenis-Jenis Asma
Tidak semua jenis asma merespons pemberian ASI dengan cara yang sama. Berikut detailnya:
- Asma Persisten: Sangat efektif. Risiko menurun drastis dibandingkan anak yang mendapatkan ASI eksklusif kurang dari empat bulan.
- Asma Alergi: Memberikan perlindungan kuat terutama saat anak memasuki usia sekolah (8 tahun) hingga masa remaja (16 tahun).
- Asma Transien Dini: Memberikan efek positif bagi bayi yang sudah menunjukkan gejala pernapasan sejak dini.
- Asma Dewasa & Non-Alergi: ASI diketahui tidak berpengaruh pada asma yang baru muncul saat dewasa atau asma yang bukan disebabkan oleh alergi.
Pesan untuk Para Ibu
Meskipun penyebab asma secara pasti belum ditemukan, hasil studi ini menjadi dorongan kuat bagi para ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Langkah sederhana di empat bulan pertama kehidupan bayi ternyata mampu menjadi investasi kesehatan yang berdampak hingga puluhan tahun mendatang.
Setelah melewati masa tersebut, orang tua tetap disarankan menjaga pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih, mengingat faktor eksternal akan mulai berpengaruh saat anak beranjak dewasa.











Discussion about this post