No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Polri TV
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Home Berita

Studi Terbaru: Olahraga Terbukti Seefektif Terapi Konvensional untuk Atasi Depresi Ringan

Februari 15, 2026
in Berita, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read

Sebuah penelitian besar yang dimuat dalam British Journal of Sports Medicine (10/2/2026) membawa kabar baik bagi dunia kesehatan mental. Aktivitas fisik seperti lari, berenang, hingga menari kini direkomendasikan sebagai terapi lini depan untuk menangani gejala depresi ringan dan kecemasan, dengan efektivitas yang setara, bahkan dalam beberapa kasus lebih kuat dibanding pengobatan tradisional.

Penelitian komprehensif ini menganalisis 63 tinjauan ilmiah yang melibatkan hampir 80.000 partisipan dari berbagai belahan dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa olahraga secara signifikan menurunkan gejala depresi dengan efek sedang, serta meredakan kecemasan dengan skala kecil hingga sedang.

Dampak Signifikan pada Dewasa Muda dan Ibu Baru

Temuan ini menyoroti bahwa manfaat terbesar dirasakan oleh kelompok dewasa muda usia 18–30 tahun dan perempuan pascapersalinan (ibu baru). Psikolog dari James Cook University Australia, Neil Munro, menyatakan bahwa bergerak dalam bentuk apa pun yang sesuai dengan preferensi individu dapat membantu meredakan gangguan mental pada kasus ringan.

“Olahraga dapat memberikan efek yang serupa, bahkan lebih kuat, dibanding pengobatan tradisional pada kasus ringan,” ujar Munro sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Jenis Olahraga dan Frekuensi yang Efektif

Data penelitian merinci bahwa tidak semua olahraga memberikan dampak yang sama terhadap kondisi psikologis tertentu:

  • Depresi: Olahraga yang memacu detak jantung (cardio) seperti lari dan berenang menunjukkan dampak paling besar. Latihan kekuatan, yoga, dan tai chi juga bermanfaat, meski dengan efek yang sedikit lebih kecil.
  • Kecemasan: Program dengan intensitas rendah yang dilakukan secara konsisten selama beberapa minggu justru menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan latihan berat.
Baca Juga  Menyentuh, Aipda Hendra Lepas Seragam demi Evakuasi Jasad Bayi Dibuang

Selain faktor biologis—di mana olahraga memicu pelepasan zat kimia otak untuk pengelolaan stres—unsur sosial juga memegang peranan kunci. Olahraga yang dilakukan secara berkelompok atau di bawah pengawasan terbukti lebih efektif dibanding olahraga sendirian.

Psikiater dari University College London, Profesor Michael Bloomfield, menjelaskan bahwa aktivitas kelompok seperti Zumba sangat membantu karena mengombinasikan aktivitas fisik dengan interaksi sosial, kesenangan, dan rutinitas.

Bukan Pengganti Medis untuk Kasus Berat

Meski temuan ini memberikan harapan baru, para ahli memberikan catatan penting bagi pasien dengan gejala sedang hingga berat. Profesor senior dari King’s College London, Dr. Brendon Stubbs, menegaskan bahwa olahraga harus dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti psikoterapi atau obat-obatan yang telah diresepkan dokter.

“Untuk orang dengan gejala ringan, olahraga dapat dipertimbangkan sebagai terapi lini depan. Namun, pada depresi berat, aktivitas dasar sehari-hari saja bisa sangat sulit dilakukan, sehingga perawatan medis tetap menjadi keharusan,” tegas Stubbs.

Dengan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mencatat lebih dari 280 juta orang menderita depresi global, olahraga dinilai sebagai intervensi yang paling mudah diakses dan relatif murah. Para peneliti menyimpulkan bahwa menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari pedoman kesehatan mental nasional dapat menjadi solusi strategis di tengah meningkatnya angka gangguan kecemasan dunia

ShareTweetSend
Previous Post

Drama Tanpa Akhir di Giuseppe Meazza: Piotr Zielinski Jadi Pahlawan Inter dalam Derby d’Italia yang Membara

BeritaTerkait

Berita

Drama Tanpa Akhir di Giuseppe Meazza: Piotr Zielinski Jadi Pahlawan Inter dalam Derby d’Italia yang Membara

Februari 15, 2026
Berita

Indonesia Bangun Pusat Riset Rumput Laut Dunia di Lombok, Bidik Dominasi Pasar Global

Februari 15, 2026
Berita

Pimpin KRYD Skala Besar, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Kota Jelang Bulan Ramadhan

Februari 15, 2026

Discussion about this post

Berita Terbaru

Berita

Studi Terbaru: Olahraga Terbukti Seefektif Terapi Konvensional untuk Atasi Depresi Ringan

Februari 15, 2026

Drama Tanpa Akhir di Giuseppe Meazza: Piotr Zielinski Jadi Pahlawan Inter dalam Derby d’Italia yang Membara

Februari 15, 2026

Indonesia Bangun Pusat Riset Rumput Laut Dunia di Lombok, Bidik Dominasi Pasar Global

Februari 15, 2026

Pimpin KRYD Skala Besar, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Kota Jelang Bulan Ramadhan

Februari 15, 2026

Ribuan Warga Melapor, Polda Jabar dan Polres Pangandaran Usut Tuntas Dugaan Investasi Bodong Aplikasi MBA

Februari 15, 2026

Satlantas Polres Garut Berlakukan Sistem Satu Arah di Jalur Utama Bandung-Garut

Februari 15, 2026

Bandung         Indramayu

Powered by Evermos

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA

© 2025 Tribratanews Polda Jabar - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.