Polresta Bandung resmi memulai pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Dalam operasi kali ini, pihak kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap penertiban kendaraan umum, seperti bus dan minibus, guna menjamin keselamatan penumpang dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bandung.
Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi, menegaskan bahwa personel di lapangan akan menindak tegas setiap pelanggaran aturan lalu lintas yang tampak secara kasatmata. Langkah ini diambil berdasarkan data evaluasi tahun 2025 yang mencatat adanya 454 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Bandung. Dari jumlah tersebut, tercatat dampak yang cukup signifikan dengan 156 korban meninggal dunia, 50 luka berat, serta 390 luka ringan, sehingga diperlukan intervensi nyata untuk menekan angka fatalitas tersebut.
Selain fokus pada penurunan angka kecelakaan, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 juga diarahkan untuk mengurai titik-titik kemacetan yang kerap menjadi keluhan masyarakat. Polresta Bandung telah menugaskan personel di lokasi-lokasi strategis untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan serta melakukan pengaturan arus lalu lintas secara intensif agar mobilitas warga tetap lancar.
Sejalan dengan tindakan penertiban, Polri juga mengedepankan aspek edukasi melalui sosialisasi keselamatan berkendara yang masif. Personel kepolisian secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bandung untuk senantiasa menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas, yang dimulai dari hal sederhana seperti selalu memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan berupa SIM dan STNK sebelum memulai perjalanan.
Kapolresta Bandung melalui Kasat Lantas berharap bahwa melalui Operasi Keselamatan Lodaya ini, kesadaran kolektif masyarakat dalam berkendara akan meningkat. Dengan sinergi antara ketegasan petugas di lapangan dan kepatuhan pengguna jalan, diharapkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamtibcarlantas) di wilayah Kabupaten Bandung dapat terwujud secara optimal selama masa operasi maupun di masa mendatang.











Discussion about this post