Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) terus bekerja keras dalam operasi kemanusiaan pascabencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Berkat ketelitian dan penerapan standar forensik yang ketat, kepolisian berhasil mengungkap identitas 11 korban meninggal dunia hingga Senin (26/1/2026).
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan pembaruan data tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan intensif di posko DVI. Ia merinci bahwa dari 11 korban yang telah teridentifikasi, sepuluh jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sedangkan satu korban teridentifikasi melalui pemeriksaan potongan tubuh. Para korban yang telah dipastikan identitasnya tersebut adalah Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30), Ai Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), serta Ayu Yuniarti (31).
Kabid Humas menjelaskan bahwa secara keseluruhan, tim SAR gabungan bersama unit kepolisian telah mengevakuasi total 25 kantong jenazah dari lokasi bencana. Terhadap sisa jenazah yang belum teridentifikasi, Tim DVI saat ini masih terus melakukan pendalaman melalui metode pemeriksaan post mortem dan ante mortem. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan prinsip kehati-hatian dan berbasis standar ilmiah demi memastikan akurasi data yang dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak keluarga.
Sebagai informasi, bencana longsor yang memicu operasi besar-besaran ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Material longsoran dari perbukitan kaki Gunung Burangrang menerjang permukiman dan menimbun sedikitnya 30 rumah warga di Kampung Pasir Kuning, wilayah RW 10 dan 11.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, yang ditemui di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa pusat longsor berada di RT 05 RW 11. Menurutnya, bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti selama dua hari berturut-turut sebelum kejadian nahas itu berlangsung.











Discussion about this post