Polda jabar bergerak cepat membantu proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Tim DVI Polda Jabar telah resmi mengirimkan hasil sampel DNA pembanding dari keluarga pramugari Esther Aprilita ke pusat identifikasi di Makassar.
Langkah ini krusial untuk mencocokkan identitas secara ilmiah terhadap jenazah yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi kejadian.
Pengambilan Data Ante Mortem di Bogor
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa pengambilan sampel DNA dilakukan oleh tim ahli dari Polres Bogor di kediaman keluarga korban yang berlokasi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
“Kami menerjunkan tim DVI yang memiliki spesifikasi kemampuan tersebut untuk mengambil data ante mortem. Seluruh data sudah rampung diproses dan saat ini telah diterima oleh tim gabungan di Makassar,” ungkap Kombes Hendra di Bandung, Selasa (20/1/2026).
Sampel DNA keluarga merupakan data primer yang sangat menentukan dalam memastikan identitas korban, mengingat kondisi fisik jenazah dalam kecelakaan pesawat seringkali sulit dikenali secara visual.
Dua Korban Berhasil Dievakuasi
Proses pengiriman DNA ini bertepatan dengan progres evakuasi di lapangan. Tim SAR gabungan dilaporkan kembali menemukan satu jenazah berjenis kelamin perempuan pada Senin (19/1/2026) pukul 14.00 WITA. Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi menjadi dua orang, setelah sebelumnya ditemukan jenazah laki-laki.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syaugi, mengonfirmasi penemuan tersebut namun belum bersedia memberikan rincian identitas. “Informasi awal korban pertama laki-laki dan kedua perempuan. Untuk kepastian identitasnya, kita serahkan sepenuhnya kepada tim DVI melalui proses identifikasi ilmiah,” jelasnya.
Menanti Proses Pencocokan Ilmiah
Hingga saat ini, Polda Jabar terus memantau perkembangan dari Makassar. Pihak kepolisian berharap seluruh data korban yang ditemukan dapat segera dicocokkan dengan data pembanding dari keluarga agar proses serah terima jenazah dapat dilakukan secepat mungkin.
“Saat ini kami menunggu proses lanjutan dari tim SAR gabungan di lapangan. Mari kita doakan bersama agar seluruh proses identifikasi ini berjalan lancar dan segera tuntas demi memberikan kepastian bagi keluarga korban,” pungkas Kombes Hendra.











Discussion about this post