Duka menyelimuti warga Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, menyusul ditemukannya Paramita Anriana (19), seorang perempuan muda yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di lorong tangga kosannya di Gang Mekar, Kampung Lebak Pancaran Iman, Senin (3/2/2025) sekitar pukul 06.30 WIB. Kejadian yang diduga sebagai kasus bunuh diri ini menyisakan keprihatinan dan sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat.
Menurut keterangan saksi mata yang pertama kali menemukan korban, Paramita terlihat terduduk diam di lorong kos sejak tengah malam. Kondisi tersebut tidak mencurigakan bagi saksi pada saat itu, mengingat aktivitas malam hari di lingkungan kosan yang terkadang ramai. Namun, saat pagi hari, saksi kembali menemukan Paramita dalam kondisi yang mengenaskan, tergantung dan sudah tidak bernyawa.
Tim gabungan yang terdiri dari Polres Ciamis, Inafis Polres Ciamis, dan tim medis RSUD Ciamis langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti. Hasil pemeriksaan awal tim medis menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan, diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari tiga jam sebelum ditemukan.
Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Ciamis, Kompol Alan Dahlan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, termasuk menerima laporan, mengamankan TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan penyebab kematian. Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Ciamis untuk dilakukan autopsi lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun, berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara mengarah pada bunuh diri,” ujar Kompol Alan Dahlan.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian. Selain proses penyelidikan, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental. “Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memperhatikan kondisi psikologis orang-orang di sekitar kita,” tambah Kompol Alan Dahlan. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda depresi atau gangguan mental pada individu di sekitar mereka dan untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika diperlukan. Berbagai layanan konseling dan bantuan kesehatan mental tersedia dan dapat diakses oleh masyarakat.
Polisi berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dan memberikan dukungan bagi mereka yang membutuhkan. Proses penyelidikan kasus ini akan terus berlanjut hingga penyebab kematian Paramita Anriana dapat dipastikan secara tuntas.
SS/TM