Proses penanganan korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki fase krusial pada Sabtu (31/1/2026). Hingga laporan terbaru hari ini, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi total 60 kantong jenazah (body pack) dari timbunan material longsor.
Dari total temuan tersebut, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat bekerja cepat melakukan rekonsiliasi data hingga berhasil mengidentifikasi identitas 44 jenazah secara akurat.
Profesionalisme di Ruang Identifikasi
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan standar prosedur internasional yang mengutamakan ketelitian demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.
“Tim DVI bekerja maksimal dan profesional. Hingga hari ini, 44 jenazah dari 60 temuan telah berhasil diidentifikasi identitasnya. Proses ini kami lakukan secara bertahap dan sangat hati-hati sesuai standar operasional yang berlaku,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan di lokasi penanganan.
Pelayanan Komprehensif bagi Penyintas
Selain fokus pada tugas teknis identifikasi, jajaran Polda Jabar bersama TNI dan Pemerintah Daerah juga memastikan kesejahteraan para penyintas di pengungsian tetap terjaga. Pelayanan kesehatan rutin, distribusi logistik, hingga pendampingan psikologis (trauma healing) terus disiagakan untuk meringankan beban mental keluarga korban.
“Kami tidak hanya fokus pada evakuasi dan identifikasi, tetapi juga memastikan dukungan logistik dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Imbauan Terkait Informasi Terverifikasi
Mengingat sensitivitas data korban, Polda Jabar mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu atau informasi yang beredar di media sosial sebelum ada pengumuman resmi dari otoritas berwenang. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas dan menghormati perasaan keluarga yang sedang berduka.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan mengikuti perkembangan resmi yang kami sampaikan. Sinergi antara relawan dan petugas di lapangan terus kami perkuat hingga seluruh proses penanganan dinyatakan tuntas,” pungkas Hendra.











Discussion about this post