Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen Pol (Purn.) Akhmad Wiyagus didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan mendadak ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) yang didirikan oleh Biddokkes Polda Jabar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses penanganan dan identifikasi korban bencana tanah longsor berjalan secara optimal, profesional, dan humanis, sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat yang terdampak musibah.
Kedatangan Wamendagri dan Kapolda Jabar menjadi suntikan semangat bagi para petugas yang tengah berjibaku melakukan identifikasi korban. Dalam peninjauan tersebut, keduanya melihat secara langsung kesiapan Pos Ante Mortem (pengumpulan data sebelum kematian) dan Pos Post Mortem (pemeriksaan jenazah setelah kematian), serta menerima paparan detail dari tim DVI mengenai perkembangan proses identifikasi korban yang terus dilakukan secara intensif.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses identifikasi korban dilakukan dengan cermat, teliti, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku,” ujar Wamendagri Komjen Pol (Purn.) Akhmad Wiyagus. “Ketelitian dan kehati-hatian sangat penting dalam proses ini, mengingat sensitivitas situasi dan pentingnya memberikan kepastian kepada keluarga korban.”
Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan juga berdialog langsung dengan para personel yang bertugas di Posko DVI. Ia memberikan arahan agar seluruh petugas senantiasa mengedepankan ketelitian, kehati-hatian, dan empati yang mendalam terhadap keluarga korban yang tengah menunggu kabar kepastian.
“Saya meminta kepada seluruh personel untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada keluarga korban,” tegas Kapolda Jabar. “Dengarkan keluh kesah mereka, berikan informasi yang akurat dan jelas, serta tunjukkan bahwa kita hadir untuk membantu mereka melewati masa sulit ini.”
Selain memastikan proses identifikasi berjalan lancar, Wamendagri dan Kapolda Jabar juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana, dukungan personel medis, serta pelayanan kesehatan bagi para pengungsi yang berada di sekitar lokasi bencana. Mereka memastikan bahwa semua kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi dengan baik, termasuk tempat tinggal sementara, makanan, minuman, pakaian, obat-obatan, dan fasilitas sanitasi yang memadai.
Penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu melibatkan sinergi yang solid antara Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar, Biddokkes Polda Jabar, TNI, BPBD, Basarnas, relawan, serta masyarakat setempat. Berdasarkan data sementara, sekitar 30 rumah tertimbun material longsoran, dengan jumlah korban terdaftar kurang lebih 114 orang, terdiri dari 21 orang selamat, 4 orang meninggal dunia, dan sekitar 89 orang masih dalam proses pencarian.
Wamendagri dan Kapolda Jabar menegaskan bahwa operasi SAR dan proses identifikasi akan terus dilanjutkan tanpa henti hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan seluruh korban dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak,” janji Wamendagri. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta selalu berkoordinasi dengan petugas di lapangan.”
Kunjungan Wamendagri dan Kapolda Jabar ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para petugas yang tengah berjuang di lapangan, serta memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat yang terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu.











Discussion about this post