Pasca banjir yang menggenang sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap berbagai penyakit yang disebabkan paparan air kotor, lumpur, serta material lain yang terbawa banjir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia mengatakan gejala yang ditimbulkan akibat banjir baru akan terasa sepekan setelah banjir. “Apalagi banjir tahun ini cukup besar dan membawa lumpur serta berbagai material lainnya. Penyakit yang sering dialami warga antara lain infeksi saluran pernapasan atas, batuk, pilek, demam, diare, gangguan kulit seperti dermatitis dan gatal-gatal, serta kelelahan yang menyebabkan pegal-pegal dan kelemahan otot,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Untuk itu, ia pun menghimbau agar warga dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan penyakit pascabanjir. “Masyarakat harus menerapkan perilaku hidup sehat setelah banjir yang melanda di 17 kecamatan di wilayah kita. Petugas kami pun sudah mensosialisasikan hal itu,” kata dia.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku telah menerjunkan sejumlah petugas kesehatan di posko kesehatan di wilayah yang terdampak banjir. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang terkena dampak banjir, untuk selalu menjaga kesehatannya, memeriksakan diri ke posko-posko kesehatan baik yang ada di puskesmas maupun posko pengungsian masyarakat, dan menjaga kebersihan rumah pasca banjir,” jelasnya.
Selain itu, Arief juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap terjadi saat musim penghujan tiba. “Untuk mencegah DBD, masyarakat agar selalu menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang yang bisa menampung air, sehingga nyamuk DBD tidak bisa bertelur dan berkembang biak,” tandasnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat terdampak banjir dan mengantisipasi penyebaran penyakit pasca banjir.









Discussion about this post