Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tiga fase gejala campak guna deteksi dini dan penanganan yang tepat. Ketua IDAI Jabar, Prof Dr.dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), memaparkan informasi penting ini dalam sebuah seminar media yang diikuti secara daring dari Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Prof Anggraini menjelaskan secara rinci setiap fase gejala campak. Fase pertama adalah stadium prodromal atau awal, yang ditandai dengan demam tinggi dan gejala khas “3C”: Coryza (pilek), Cough (batuk), dan Conjunctivitis (mata merah). Fase ini berlangsung selama tiga hingga lima hari. Dokter biasanya akan mencari keberadaan Koplik’s spot, bintik-bintik putih yang muncul di area mulut, sebelum ruam campak yang khas muncul.
Setelah fase prodromal, masuk ke stadium erupsi, yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di kulit. Ruam ini menyebar secara bertahap, dimulai dari kulit dekat rambut, seperti di belakang telinga, lalu menyebar ke batang tubuh, lengan, dan tungkai.
Fase terakhir adalah konvalesens, di mana ruam akan berubah warna menjadi lebih gelap, mengering, dan mengelupas. Tampilannya akan bersisik, menandakan proses penyembuhan dari campak.
Prof Anggraini juga menekankan bahwa virus campak sangat menular melalui udara (airborne) melalui percikan batuk, bersin, atau saat berbicara. Virus ini dapat melayang di udara hingga lebih dari dua jam dan menempel pada permukaan atau debu. Satu orang terinfeksi dapat menularkan ke 18 orang lainnya, mirip dengan TBC. Lingkungan lembap, padat penduduk, dan minim ventilasi juga meningkatkan penyebaran virus. Masa inkubasi virus campak bisa mencapai tiga minggu sebelum timbul gejala.
Mengingat tingginya tingkat penularan campak, Prof Anggraini menekankan pentingnya imunisasi campak untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) minimal 94 persen di suatu wilayah. Pemerintah telah menetapkan jadwal imunisasi campak sebanyak tiga kali: usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 sekolah dasar. Imunisasi menggunakan vaksin dengan virus yang dilemahkan untuk membentuk antibodi yang efektif.
Dengan memahami gejala campak dan pentingnya imunisasi, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan proaktif dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Vaksinasi adalah cara yang aman dan efektif untuk melindungi diri dari campak.











Discussion about this post