Sebuah rumah yang jauh dari kata layak kini berubah menjadi istana harapan bagi tiga putra-putri mendiang Wahyu dan Sopiah di Kabupaten Cianjur. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., meresmikan langsung hasil renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tersebut pada Jumat (16/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan buah kolaborasi antara Polda Jabar, Pemerintah Kabupaten Cianjur, serta komunitas sosial Bagong Mogok.
Rumah tersebut memiliki kisah yang menyentuh hati. Kedua orang tua yang menghuni rumah tersebut wafat dalam waktu berdekatan pada pertengahan tahun 2025 lalu, meninggalkan anak-anak mereka dalam kondisi hunian yang memprihatinkan.
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab moral Polri dan komunitas untuk melindungi masa depan anak-anak yang kehilangan orang tua.
“Hari ini kami menyerahkan rumah yang telah dibangun kembali. Kami berharap tiga putra-putri almarhum bisa hidup dengan lebih layak, terlindungi, dan memiliki semangat untuk menata masa depan yang lebih baik,” ujar Kapolda Jabar dengan nada haru.
Tak hanya memberikan hunian baru yang kokoh, Kapolda Jabar juga memberikan bantuan modal usaha berupa dua ekor domba. Bantuan ini dimaksudkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi bagi keluarga almarhum agar dapat tumbuh mandiri secara finansial.
“Kami berikan dua ekor domba, harapannya nanti bisa beranak-pinak dan membawa manfaat ekonomi jangka panjang bagi keluarga ini,” tambah Irjen Rudi.
Kapolda Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi sosial, hingga sektor swasta untuk terus peka terhadap kondisi warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Menurutnya, masalah sosial tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Kami memiliki niat kuat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai komunitas. Kita harus bersama-sama menyelamatkan kehidupan anak-anak kita agar mereka dapat beraktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” pungkasnya.
Program renovasi ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi permasalahan sosial di tengah masyarakat Jawa Barat.











Discussion about this post