Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cianjur bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan mayat seorang pria berinisial A (31) yang ditemukan tewas tergantung di kediamannya, Jalan KH Saleh, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Langkah kepolisian difokuskan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Kapolsek Karangtengah, Kompol Rachmat Hamdan, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan dari warga pada Senin (05/01), pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian sesuai prosedur.
Setibanya di lokasi kejadian, petugas kepolisian langsung mengamankan area dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Cianjur. Fokus utama petugas adalah mencari bukti-bukti fisik serta melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi tubuh korban.
Berdasarkan hasil identifikasi sementara di lapangan, Kompol Rachmat Hamdan menyatakan bahwa petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
“Petugas yang sampai di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal, mengamankan lokasi, serta meminta keterangan saksi-saksi. Hasil sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan fisik atau bekas penganiayaan pada tubuh korban,” ungkap Kapolsek
Selain pemeriksaan fisik, penyidik kepolisian juga melakukan penggalian informasi dari pihak keluarga dan warga sekitar untuk mengungkap motif di balik kejadian ini. Berdasarkan keterangan saksi, dugaan kuat mengarah pada tindakan bunuh diri yang dipicu oleh permasalahan rumah tangga.
Istri korban menjadi saksi pertama yang menemukan kondisi korban pada pukul tersebut saat baru saja pulang ke rumah. Teriakannya memancing kehadiran warga yang kemudian meneruskan laporan kepada Polsek Karangtengah.
“Dugaan sementara adalah bunuh diri karena kondisi tubuh yang pucat menunjukkan korban sudah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan, dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Namun, kasus ini masih terus kami dalami lebih lanjut untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat,” tegas Kapolsek.
Menyikapi kejadian tragis ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitarnya. Hal ini merujuk pada keterangan warga yang menyebut korban jarang terlihat keluar rumah selama beberapa bulan terakhir akibat adanya masalah keluarga.
Kepolisian berharap sinergi antara warga dan petugas melalui pelaporan cepat dapat membantu penanganan situasi darurat di lingkungan masyarakat, baik terkait gangguan kamtibmas maupun kejadian kemanusiaan lainnya.










